--> Skip to main content

Tekhnologi Masa Depan Pesawat yang Canggih dan Tak akan bikin takut naik pesawat

Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 pada awal Januari ini menambah daftar panjang catatan kecelakaan penerbangan di dalam negeri. Dalam Data Komisi Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT selama satu dekade terakhir tercatat ada 318 kasus kecelakaan penerbangan.

Dalam kecelakaan pesawat kecil kemungkinan para penumpang masih bisa hidup. Kebanyakan penumpang pasti akan tewas saat pesawat menghantam lautan atau daratan. Timbul lah suatu pertanyaan Adakah cara untuk mencegah pesawat jatuh dari langit?

Jawabannya bisa kamu temukan pada bahasan Tekhnologi Masa Depan Pesawat yang Canggih dan Tak akan bikin takut naik pesawat berikut ini sajian Terketik.com



1. Pesawat Tanpa Pilot

Pesawat tanpa pilot adalah pesawat komersial yang sudah mendarat dengan bantuan komputer yang terpasang di kokpit dan secara rata-rata pilotnya hanya menerbangkan pesawat secara manual dalam beberapa menit, atas dasar itu wacana pesawat komersil tanpa Pilot menjadi inovasi yang tak terhindarkan lagi. Dua jasa pabrikan pesawat Boeing dan Airbus pun menyatakan akan segera meluncurkan pesawat komersil dengan melalui pengendali jarak jauh ini. Paling realistis bisa diwujudkan pada 2025 mendatang. Namun sebuah survei yang dilakukan oleh perusahaan jasa keuangan UBS menunjukkan pesawat tanpa pilot itu tidak terlalu popular. Dari sebanyak 8000 Orang yang diwawancarai hanya 17% dari Mereka yang memilih untuk melakukan penerbangan dengan pesawat Ini kebanyakan dari mereka adalah anak-anak muda yang bersedia mencoba, rentang usia mereka antara 25 sampai 34 tahun. Sementara yang menolak itu berusia diatas 45 tahun keatas, nah kalau kalian kira-kira berani nggak sih terbang di atas pesawat yang enggak ada pilotnya?

2. Sistem AVOID 

Abu vulkanik dari letusan gunung berapi adalah salah satu mimpi buruk bagi dunia penerbangan. Debunya yang super kecil saat menyebar. Yang kasar Bahkan tak bisa di deteksi oleh radar pesawat akibatnya bisa berdampak fatal pada pesawat yang mengudara. Contoh paling relevan itu adalah peristiwa yang terjadi pada tahun 1982 saat itu pesawat Boeing 747 200 milik British Airways terpaksa mendarat darurat di Bandara Halim Perdanakusuma saat perjalanan dari Inggris menuju Australia pasalnya saat di atas udara Indonesia mesin pesawat mati sesaat setelah kemasukan debu vulkanik dari letusan Gunung Galunggung di Garut. Tiga dekade kemudian atau pada tahun 2013 tiga perusahaan bekerjasama dengan dua lembaga pendidikan yaitu Universitas Dian Institute of Science mereka mengembangkan teknologi pendeteksi debu vulkanis di angkasa yang diberi nama AVOID (vulkanik objek imagining system) ini bekerja persis seperti Radar cuaca tetapi khusus untuk mendeteksi abu vulkanik. AVOID ini menggunakan teknologi inframerah yang dipasangkan pada pesawat untuk memberikan gambar-gambar kepada para pilot dengan pusat komando operasional suatu maskapai dengan gambar-gambar ini pilot akan dapat melihat awan Abu hingga 100 KM di depan pesawat mereka pada ketinggian antara 5000 sampai 50000 kaki dengan demikian mereka akan dapat menyesuaikan rute pesawat untuk menghindari awan Abu tersebut teknologi ini sudah terbukti berhasil dan semestinya telah diterapkan pada rancangan pesawat terbaru dan sebagai negara yang memiliki setidaknya 127 gunung berapi aktif aplikasi avoid dalam teknologi pesawat domestik menjadi suatu keharusan bukan.

3. Windowless Planes 

sebuah perusahaan riset British teknologi yang dikenal dengan the Centre for process Innovation atau CPI telah merancang sebuah inovasi terbaru bagi teknologi pesawat berpenumpang di masa depan bernama Windowless Planes atau pesawat tanpa jendela pada teknologi ini akan menghapus Windows yang ada di sisi luar kursi sebagai gantinya Pesawat akan diselubungi dengan layar sentuh O-LED pada seluruh badan pesawat jadi di setiap kursi penumpang terdapat jendela virtual untuk melihat panorama udara secara leluasa melihat pemandangan bisa menggantinya dengan program hiburan semacam musik atau film gokil banget kan

4. Escape capsule system

Seorang pengusaha dan Insinyur penerbangan dari Ukraina yang bernama Vladimir Tatarenko mengungkapkan penumpang akan bisa selamat dari kecelakaan udara jika naik pesawat rancangannya. dari merancang sebuah pesawat dengan kapsul yang berfungsi sebagai kabin penumpang yang dapat diistilahkan sebagai Escape capsule system atau sistem kabine penyelamat. penyelamat ini fungsinya yaitu dapat melepaskan diri sesaat setelah Lepas Landas saat berada di udara maupun sesaat sebelum mendarat jika ada indikasi kecelakaan udara buntut Pesawat akan segera terbuka kemudian sebuah penghantar akan menambahkan parasut kecil dari pesawat terbang. penumpang yang berada di dalam wadah atau tempat yang berbentuk kapsul langsung terlepas dari badan pesawat. rancangan Tatarenko memiliki konsep akan ada dua tali parasut yang muncul dan kemudian mengembang dari atas Kapsul. Kapsul kemudian akan mendarat di atas daratan maupun perairan. sebelum benar-benar mendarat sebuah roket dibawa kapsul memperlambat laju penurunan kapsul agar tidak menghantam permukaan dengan keras. Roket ini akan aktif dengan otomatis beberapa saat sebelum kapsul menyentuh permukaan di darat maupun di perairan. jika mendarat di air pelampung di sisi bawah kapsul akan mengembang agar membuat kapsul tetap mengapung akhirnya para penumpang lengkap beserta pilot dan awak pesawat bisa selamat dari kecelakaan pesawat. semoga aja ya Konsep ini segera terwujud.


Salam dari Terketik : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Terketik berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Newest Post
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke lionitalestari@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar