Skip to main content

Jenis Kultur Jaringan Tanaman, Teknik dan Prosesnya


Apa itu Kultur Jaringan?

Dalam ilmu biologi, kultur jaringan adalah metode budidaya di mana fragmen jaringan (jaringan tanaman atau hewan) dimasukkan ke dalam lingkungan buatan baru, dengan tujuan agar mereka terus berfungsi atau tumbuh.

Sementara potongan-potongan jaringan sering digunakan dalam kultur jaringan, penting untuk dicatat bahwa seluruh organ juga dapat digunakan untuk keperluan kultur jaringan. Di sini, media pertumbuhan seperti kaldu dan agar digunakan untuk memfasilitasi proses.

Istilah kultur jaringan dapat digunakan untuk jaringan tanaman dan hewan, kultur jaringan tanaman adalah istilah yang lebih spesifik yang digunakan untuk kultur khusus pada jaringan tanaman dalam kultur jaringan.

Jenis-jenis Kultur Jaringan


Dalam istilah kultur jaringan pada tanaman, berkembang lagi beberapa jenis kultur jaringan sesuai dengan bagian tanaman yang dimanfaatkan. Jenis-jenis kultur jaringan pada tanaman meliputi :

Kultur Benih

Kultur benih adalah jenis kultur jaringan yang digunakan untuk tanaman seperti anggrek. Untuk metode ini, eksplan (jaringan dari tanaman) diperoleh dari tanaman turunan in-vitro dan dimasukkan ke lingkungan buatan tempat mereka berkembang biak.

Jika bahan tanaman digunakan langsung untuk proses ini, maka tanaman harus disterilkan untuk mencegah kerusakan jaringan dan memastikan regenerasi yang optimal setelah dilakukan kultur.

Kultur Embrio

Kultur embrio adalah jenis kultur jaringan yang melibatkan isolasi embrio dari organisme tertentu untuk pertumbuhan in vitro. Istilah kultur embrio digunakan untuk merujuk pada budaya embrio zygotik yang diproduksi secara seksual.

Kultur embrio mungkin melibatkan penggunaan embrio dewasa yang belum matang. Sedangkan embrio matang untuk kultur pada dasarnya diperoleh dari biji matang, embrio yang belum matang melibatkan penggunaan biji mentah / hibrida yang gagal berkecambah. Dengan demikian, embrio pada akhirnya mampu menghasilkan tanaman yang layak.

Pada kultur embrio, ovula, biji atau buah yang diperoleh disterilkan dahulu sehingga embrio tidak harus disterilkan lagi. Garam sukrosa dapat digunakan untuk memberi nutrisi pada embrio. Kultur diperkaya dengan senyawa organik atau anorganik, garam anorganik serta pengatur pertumbuhan.

Kultur Kalus

Kalus adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada massa sel yang tidak terspesialisasi, tidak terorganisir dan terbagi. Kalus diproduksi ketika eksplan (sel) dikultur dalam media yang tepat

Contoh yang nyata dari kalus ini adalah jaringan tumor yang tumbuh dari luka jaringan / organ yang berbeda.

Dalam praktiknya, kultur kalus melibatkan pertumbuhan kalus (terdiri dari sel yang berdiferensiasi dan yang tidak berdiferensiasi) yang diikuti oleh prosedur yang menginduksi diferensiasi organ.

Untuk jenis kultur jaringan ini, kultur sering dipertahankan pada media gel, yang terdiri dari agar-agar dan campuran makro dan zat gizi mikro yang diberikan tergantung pada jenis sel. Berbagai jenis campuran garam basal seperti murashige dan medium skoog juga digunakan. Selain itu vitamin juga digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan.

Kultur organ


Kultur organ adalah jenis kultur jaringan yang melibatkan isolasi organ untuk pertumbuhan in vitro. Di sini, organ tanaman apa pun dapat digunakan sebagai eksplan untuk proses kultur (misalnya tunas, akar, daun, dan bunga).

Metode ini digunakan untuk mempertahankan struktur atau fungsinya, yang memungkinkan organ untuk tetap menyerupai dan mempertahankan karakteristik yang akan mereka miliki secara in vivo.

Dalam kultur organ, pertumbuhan baru (struktur terdiferensiasi) terus berlanjut mengingat organ mempertahankan fitur fisiologisnya. Dengan demikian, organ membantu memberikan informasi tentang pola pertumbuhan, diferensiasi, dan perkembangan.

Metode Kultur Organ

Ada sejumlah metode yang dapat digunakan untuk kultur organ. Ini termasuk;

Metode gumpalan plasma 

Dalam metode ini melibatkan penggunaan gumpalan yang terdiri dari plasma dan ekstrak embrio ayam (atau ekstrak lainnya) dalam gelas arloji. Metode ini terutama digunakan untuk keperluan mempelajari morfogenesis pada dasar-dasar organ embrionik dan baru-baru ini untuk mempelajari aksi berbagai hormon, vitamin, dan karsinogen pada jaringan mamalia dewasa.

Metode rakit

Untuk metode ini, eksplan ditempatkan pada rakit kertas lensa / rayon asetat dan mengambang di atas serum dalam kaca arloji.

Metode agar-gel

Media yang digunakan untuk metode ini terdiri dari larutan garam, serum serta ekstrak embrio atau campuran dari berbagai asam amino dan vitamin dengan agar 1 persen. Eksplan harus disubkultur setiap 5 hingga 7 hari. Metode ini sebagian besar digunakan untuk mempelajari aspek perkembangan organ dan tumor normal.

Metode Grid

Metode Grid, seperti namanya melibatkan penggunaan lembar baja stainless berlubang, di mana jaringan yang menarik ditempatkan sebelum ditempatkan di ruang budaya yang mengandung fluid medium

Demikianlah mengenai Jenis Kultur Jaringan Tanaman dan Penjelasannya. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan teman-teman sekalian.

Sumber : https://www.microscopemaster.com/tissue-culture.html
Salam dari Terketik : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Terketik berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke lionitalestari@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar