Skip to main content

Cara Menulis Pendahuluan Skripsi yang Baik

Skripsi merupakan tugas akhir mahasiswa yang seringkali menjadi hal yang sangat menakutkan bagi sebagian orang. Sejatinya skripsi tidaklah seseorang yang mereka bayangkan. Hanya saja banyak mahasiswa yang cenderung malas mengerjakan skripsi mereka sehingga tidak selesai tepat waktu.

Menulis Pendahuluan Skripsi yang Baik


Kali ini saya akan membahas mengenai cara menulis pendahuluan skripsi yang baik sehingga cepat diterima oleh dosen pembimbing maupun penguji. Sebelumnya kita mengenal beberapa bagian pada pendahuluan seperti latar belakang, rumusan masala,h tujuan, manfaat dan metode. Mari kita bahas satu persatu.

Latar belakang

Latar belakang yang baik harus memuat latar belakang permasalahan kenapa skripsi tersebut dibuat. Pembuatan latar belakang sebaiknya mengangkat kasus yang konkrit di lapangan atau berdasarkan data data yang valid. Kita juga perlu menuliskan seberapa pentingkah penelitian tersebut dilakukan.

Latar belakang tidak perlu panjang tetapi harus langsung mengarah kepada inti. Jangan membuat latar belakang yang terlalu panjang dan bertele-tele. Buatlah latar belakang yang simpel dan mudah dimengerti.

Saya pernah menulis artikel tentang cara membuat latar belakang dan contoh latar belakang yang baik sesuai dengan pengalaman saya menulis skripsi. Anda bisa mendapatkan contohnya pada postingan di bawah ini.

Baca juga : Cara membuat dan Contoh latar belakang yang baik dan benar.

Rumusan masalah

Rumusan masalah dalam skripsi biasanya merupakan daftar pertanyaan yang berisikan permasalahan yang akan diteliti. Membuat rumusan masalah tidak boleh sembarangan. Rumusan masalah harus memuat poin-poin penting yang akan diteliti dan dijadikan kesimpulan. Jangan membuat rumusan masalah terlalu banyak. Paling banyak biasanya 3 masalah saja sesuai dengan topik yang akan diteliti. Contoh rumusan masalah dalam penelitian dengan topik bullying di sosial media sebagai berikut :

  1. Seberapa besar pengaruh sosmed terhadap kasus bullying di indonesia
  2. Bagaimana kasus bullying dapat berkembang pesat di sosial media
  3. Apa upaya untuk mengatasi kasus bullying di media sosial


Tujuan penelitian

Tujuan penelitian atau biasanya ditulis tujuan saja merupakan kelanjutan dari rumusan masalah yang dibuat sebelumnya. Jika rumusan masalah mengandung pertanyaan maka tujuan penelitian adalah untuk menjawab rumusan masalah tersebut. Jumlah poin dalam tujuan penelitian biasanya sama dengan jumlah poin dalam rumusan masalah. Contoh tujuan penelitian untuk rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut.

  1. Untuk meneliti seberapa besar pengaruh sosmed terhadap kasus bullying di indonesia
  2. Untuk menjelaskan bagaimana kasus bullying berkembang di media sosial
  3. Untuk memperoleh solusi terhadap kasus bullying di media sosial

Manfaat Penelitian

Manfaat biasanya berisikan tentang manfaat penelitian atau penulisan skripsi tersebut bagi masyarakat ataupun bagi kepentingan akademis. Untuk beberapa bidang studi tertentu biasanya poin manfaat ini tidak diisikan. Contoh manfaat penelitian untuk kasus diatas misalnya sebagai berikut.

Manfaat untuk masyarakat

  1. Sebagai pedoman untuk mencegah kasus bullying di indonesia
    Mengatasi dampak negatif dari kasus bullying di media sosial

Manfaat untuk akademis

  1. Sebagai bahan penelitian terhadap dampak negatif teknologi
  2. Sebagai bahan evaluasi untuk tenaga pengajar dalam mendidik generasi muda

Metode penelitian

Metode penelitian ini yang biasanya membingungkan bagi mahasiswa saat menulis skripsi. Metode penelitian merupakan cara untuk melakukan penelitian. Ada dua metode penelitian yang dikenal umum di kalangan mahasiswa yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif.

Metode kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan menggunakan statistik dan angka-angka yang bisa dihitung. Untuk ilmu eksak dan beberapa kategori ilmu sosial dapat menggunakan metode kuantitatif.

Metode kualitatif dilakukan dengan menggunakan literatur dan jurnal-jurnal akademis yang pernah diterbitkan. Metode kualitatif memerlukan pemahaman yang lebih mendalam dalam melakukan penelitian.

Untuk mahasiswa S1 dalam menyusun skripsi saya sarankan menggunakan metode kuantitatif karena lebih mudah dikerjakan. Anda hanya perlu mencari data data melalui eksperimen ataupun kuisioner. Data-data tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk nilai atau angka-angka untuk kemudian diproses dalam pembahasan.

Nah sekian dulu mengenai cara penulisan pendahuluan skripsi yang baik. Cara terbaik untuk mengetahui penulisan skripsi adalah dengan melihat skripsi kakak kelas yang telah lulus. Kamu skripsi tersebut juga belum tentu benar karena berbagai hal seperti perubahan kurikulum dan perkembangan sistem penulisan di masing-masing kampus.
Salam dari Terketik : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Terketik berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke lionitalestari@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar