Skip to main content

Teknologi Wireless Charging, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangannya

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara kerja wireless charger pada handphone. Cara kerja wireless charger sangat simpel yaitu dengan memanfaatkan induksi medan elektromagnetik yang diubah menjadi energi. Artikel ini akan membahas cara kerja wireless charger beserta keunggulannya dibandingkan dengan charger konvensional.

Teknologi wireless charging merupakan teknologi baru yang dikembangkan dalam mengisi daya baterai suatu perangkat elektronik. Cara pakainya cukup dengan meletakkan smartphone di atas wireless charging dan proses charging akan berlangsung. Kita akan langsung melihat notifikasi charging pada handphone.

Lalu bagaimana kecepatan charging nya ? Apakah charger Ini aman ? Berikut akan diulas lebih lanjut mengenai cara kerja wireless charger untuk smartphone.

Teknologi wireless charging

Teknologi wireless charging ini sebetulnya sudah lama dipelajari oleh manusia. Sudah pernah digunakan untuk menyalakan lampu. Hanya saja teknologi kembali booming saat digunakan untuk mengisi daya baterai handphone.

Ilmuwan Amerika Serikat yang bernama Nikola Telsa telah berhasil mencoba menyalakan lampu dengan induksi elektromagnetik pada tahun 1891. Bila awal mula perkembangan teknologi wireless charging.

Cara kerja wireless charger

Teknologi wireless charger sangat mungkin dikembangkan karena energi listrik rumahan bisa dikonversi menjadi energi magnetik melalui suatu perangkat.

Energi listrik yang diterima oleh unit charger akan diubah menjadi induksi elektromagnetik dan disalurkan menuju unit charger pada handphone. Induksi elektromagnetik yang tidak membutuhkan kabel sebagai perantara melainkan hanya membutuhkan jarak yang cukup dekat untuk terjadi induksi.

Energi ini yang kemudian ditangkap oleh unit charger pada handphone yang kemudian diubah kembali menjadi energi listrik. Dalam hal ini terjadi juga pengaturan arus dan voltase sehingga tidak terlalu membebani baterai.

Adapun unit charger wireless pada handphone biasanya terletak di bagian belakang. Saat mengisi daya baterai handphone tinggal diletakkan begitu saja di atas wireless charger. Singkatnya cara kerja wireless charger seperti ini :

Blok biru adalah perubahan energi pada charger yang terkoneksi dengan sumber listrik. Blok merah adalah perubahan energi pada handphone. Panah hijau adalah penyaluran energi melalui kabel, sementara panah ungu adalah penyaluran energi melalui induksi.

Keunggulan wireless charger

Sebagai sebuah teknologi terobosan baru tentu saja wireless charger memiliki beberapa keunggulan dibandingkan charger konvensional. Keunggulan tersebut seperti kepraktisan dan penghematan penggunaan kabel. Selengkapnya berikut akan dibahas mengenai keunggulan wireless charger.
  • Praktis karena tidak perlu menggunakan kabel ataupun colokan.
  • Karena tidak sering digunakan jadi colokan USB pada handphone tidak akan mudah rusak.
  • Hemat kabel karena tidak menggunakan kabel.
  • Jika ada panggilan masuk saat melakukan charging,  maka gampang dilepas karena hanya tinggal mengangkat telepon dan menjauhkannya dari unit charging.
  • Kompatibel atau cocok dengan segala merk handphone karena tidak perlu pusing dengan bentuk colokannya.
  • Bisa digunakan untuk fasilitas umum seperti pada bandara, stasiun maupun tempat-tempat lainnya.
  • mudah disimpan dan dibawa untuk kebutuhan travelling.

Kelemahan teknologi wireless charging

Meskipun dengan banyak keunggulan yang telah disebutkan di atas pernyataan teknologi wireless charging ini masih memiliki kelemahan jika dibandingkan dengan cara-cara konvensional atau charger dengan kabel. Berikut merupakan kelemahan dari teknologi wireless charger.
  • Dimensi handphone menjadi lebih tebal karena di belakang baterai ada unit wireless charger.
  • Belum ada kepastian yang jelas mengenai dampak induksi elektromagnetik yang ditimbulkan oleh wireless charger pada manusia.
  • Wireless charger relatif masih lebih besar daripada adaptor charger kabel dan power bank pada umumnya.

Meskipun masih memiliki kekurangan Namun nyatanya teknologi wireless charger tetap tumbuh dan berkembang. Di beberapa negara maju teknologi baru charger sudah langsung diterapkan untuk berbagai furniture seperti meja tulis, lampu belajar bahkan untuk meja rias.

Namun belum semua perangkat elektronik bisa dihubungkan dengan wireless charger. Karena itu dibutuhkan standarisasi dalam aplikasi teknologi wireless charger. Meskipun demikian teknologi ini dinilai ramah lingkungan dan cukup aman bagi manusia.

Standar teknologi wireless charging yang digunakan hingga saat ini yaitu Qi standar, Power Matters Alliance (PMA) dan Alliance for Wireless Power (A4WP). Dengan adanya standarisasi teknologi wireless charging diharapkan mampu menciptakan ekosistem pasar yang baik untuk pengembangan produk-produk wireless charging.

Demikianlah mengenai teknologi wireless charger.  semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi pembaca.
Salam dari Terketik : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Terketik berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke lionitalestari@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar