Skip to main content

Siklus Hidup Produk di Pasar (Product Life Cycle)

Siklus hidup produk atau product life cycle merupakan tahapan perjalanan produk di pasar yang dihitung dari jumlah konsumsi produk tersebut oleh konsumen. Setiap produk yang di produksi baik berupa barang ataupun jasa pasti memiliki umur tertentu di pasar.

Contohnya seperti perkembangan ponsel. Dahulu di Indonesia dikuasai oleh Nokia, kemudian digeser Blackberry lalu direbut oleh Samsung. Blackberry dan Nokia pun dibuat seperti hilang dari pasar ponsel Indonesia. Begitulah siklus hidup produk seperti yang akan dijelaskan berikut ini.


Siklus Hidup Suatu Produk di Pasar

Pada umumnya sebuah produk mengalami 4 tahapan saat terjun ke pasar. Mulai dari tahap introduction, growth, maturity dan decline. Di bawah ini adalah kurva dari siklus hidup produk atau product life cycle.


Berikut akan di jelaskan 4 tahapan product life cycle untuk produk yang masuk ke pasar.

Introduction

Introduction merupakan tahap pengenalan dari suatu produk di pasar. Saat pertama kali diperkenalkan maka produsen akan gencar melakukan promosi dengan tujuan agar konsumen mengenal produk tersebut. Berikut ini adalah beberapa hal yang terjadi saat produk dalam tahap introduction :
  • Produk baru atau produk hasil modifikasi yang diluncurkan ke pasar
  • Keuntungan dari penjualan masih sangat rendah
  • Kapasitas produksi relatif kecil karena masih tahap uji coba
  • Biaya produksi setiap unit nya masih relatif besar karena belum diproduksi secara massal
  • Cash flow perusahaan masih negatif
  • Produk masih membuktikan kualitasnya sehingga masih banyak distributor enggan memilih
  • Biaya promosi sangat tinggi untuk memperkenalkan produk kepada pelanggan

Dengan mengetahui kondisi produk saat tahap introduction atau pengenalan maka ada beberapa strategi yang dapat dilakukan pada tahap ini yaitu sebagai berikut :
  • Meningkatkan adopsi pelanggan
  • Menginvestasikan biaya yang cukup besar untuk memperkenalkan produk dan meyakinkan konsumen
  • Menetapkan strategi harga bisa berupa harga skimming atau harga penetrasi
  • Distribusi difokuskan pada segmen pasar yang paling potensial

Tahap introduction ini bisa kita lihat contohnya pada ponsel bermerek vivo yang diluncurkan secara besar-besaran di indonesia melalui stasiun tv swasta. Vivo pastinya mengeluarkan biaya yang tak sedikit untuk membuat ceremoni peluncuran produk baru mereka.

Growth

Tapi ini akan terjadi jika tahap introduction cukup berhasil sehingga produk dapat diterima oleh konsumen dan penjualannya relatif meningkat. Produk yang mulai meningkat penjualannya akan berkembang di pasar dan berikut adalah beberapa hal yang terjadi pada tahap perkembangan :
  • Produk mulai dapat diterima oleh pasar
  • Produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas
  • Omset dari penjualan mulai naik dengan cepat dan signifikan
  • Cashflow yang tadinya negatif berubah menjadi positif
  • Biaya produksi mulai turun ke skala ekonomis
  • Pasar semakin berkembang sehingga akan ada pesaing yang bermunculan

Dengan mengetahui kondisi saat produk berada dalam tahap perkembangan ini maka beberapa strategi yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut :
  • Memperkuat branding atau merek sehingga konsumen tetap yakin dan tidak mudah berpaling
  • Meningkatkan jumlah saluran distribusi dan memperluas cakupan distribusi produk
  • Meningkatkan kualitas produk dan meminimalisir kecacatan produk yang beredar di pasar
  • Menurunkan harga produk dan memperluas segmen pasar produk tersebut
  • Tetap menginvestasikan dana untuk promosi produk tersebut meskipun lebih sedikit dari pada tahap introduction

Tahap ini contohnya adalah saat ponsel android Samsung mulai berkembang penjualannya di indonesia dan mengambil alih pasar Nokia dan Blackberry. Di tahap ini Samsung tetap melakukan promosi di indonesia melalui iklan tv swasta meskipun tidak terlalu intensif.

Maturity

Maturity adalah tahapan kedewasaan produk yaitu saat produk sudah mencapai puncak penjualannya di pasar. Ini merupakan tahap di mana produk sudah sejajar dan bersaing dengan pesaing-pesaingnya untuk merebut minat konsumen. Beberapa hal yang terjadi pada tahap ini yaitu sebagai berikut :
  • Kapasitas produksi yang besar
  • Laba akan sangat besar apabila produk dapat memimpin pasar atau menguasai pangsa pasar
  • Cash flow akan semakin positif dan kuat
  • Produk dapat menggeser pesaing yang lemah bahkan mematikan produk pesaing
  • Harga produk mulai menurun

Dengan mengetahui kondisi kondisi saat produk mengalami tahap maturity atau kedewasaan maka strategi yang dapat kita lakukan adalah strategi perpanjangan usia produk yaitu sebagai berikut :
  • Melakukan penyegaran produk dengan modifikasi fitur  dan memperbanyak varian  produk misalnya menambah pilihan model warna bau rasa maupun estetika
  • Menambahkan nilai produk atau edit value seperti menambahkan fitur lampu flash pada kamera ponsel atau menambah kapasitas penyimpanan ponsel
  • Meninggalkan varian produk yang tidak dapat bersaing di pasar atau tidak memberikan potensi profit yang baik
  • Menetapkan harga bersaing tanpa meninggalkan kualitas produk
  • Menyediakan biaya untuk iklan yang persuasif dan dapat mempengaruhi konsumen
  • Menarik para pengguna baru atau pengguna yang meninggalkan produk untuk kembali menggunakan produk tersebut
  • Distribusi yang intensif dan tepat sasaran
  • Memasuki segmen pasar yang baru
  • Reposisi produk dalam pasar
  • Mengembangkan perkiraan produk masa depan dan mengetahui selera konsumen di masa depan untuk produk yang sejenis

Contoh nyata yang bisa kita lihat dari tahap maturity yaitu saat Apple iPhone telah mengalami puncak penjualan untuk iPhone 5. Apple mengetahui pesaingnya mencoba merebut pasar dengan menghadirkan fitur baru oleh karena itu Apple pernah memodifikasi iPhone 5 menjadi iPhone 5s dan juga mengembangkan iPhone 6 pada saat itu.

Decline

Decline atau tahap penurunan merupakan kondisi dimana reputasi produk di pasar sudah mulai menurun dan penjualannya juga menurun. Hal ini akan terjadi apabila saat produk mengalami tahap maturity produsen tidak melakukan strategi yang tepat sehingga produk mungkin akan hilang dari pasar. Hal-hal yang terjadi di saat produk mengalami penurunan adalah sebagai berikut :
  • Laba atau keuntungan menurun tajam karena penjualan turun
  • Cash flow akan melemah bahkan menuju arah negatif
  • Pasar menjadi lesu dan konsumen mulai beralih
  • Kapasitas produksi produk akan turun dan meninggalkan skala ekonomis
  • Banyaknya pesaing-pesaing yang keluar dari pasar menandakan produk tersebut sudah mulai ditinggalkan konsumen

Strategi yang dapat kita lakukan jika produk mengalami penurunan di pasaran diantaranya sebagai berikut :
  • Tetap melakukan promosi untuk pelanggan setia
  • Menurunkan harga produk untuk menjaga daya saing
  • Mempersempit saluran distribusi produk
  • Mengembangkan produk baru yang lebih diterima konsumen

Contoh nyata dari kondisi ini adalah saat ponsel Blackberry mulai ditinggalkan konsumen karena sudah beralih menggunakan ponsel android yang dinilai lebih bagus daripada Blackberry. Hal ini karena Blackberry masih kukuh menggunakan ponsel dengan keyboard keyboard device sementara konsumen sudah mulai beralih ke ponsel yang full touchscreen.

Nah demikianlah mengenai empat siklus hidup produk atau product life cycle beserta contohnya. Dengan mengetahui hal ini dan mengamati pengalaman-pengalaman perusahaan besar dalam menghadapi product life cycle maka seharusnya kita lebih bijak dalam mengelola pasar produk sehingga produk yang kita miliki usianya lebih panjang di pasaran.
Salam dari Terketik : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Terketik berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke lionitalestari@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar