Skip to main content

SIfat Koloid dan Contoh Manfaatnya

Sifat-sifat koloid banyak yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sebelum lanjut pada sifat-sifat koloid, harap dibaca pengertian koloid dan karakteristiknya. Karakteristik koloid yang sedemikian rupa telah diteliti dan diambil manfaatnya untuk kehidupan sehari hari. Pada artikel ini akan membahas 8 Sifat Koloid dan Manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari :



Sifat-sifat koloid banyak yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Karakteristik koloid yang sedemikian rupa telah diteliti dan diambil manfaatnya untuk kehidupan sehari hari. Pada artikel ini akan membahas 7 Sifat Koloid dan Manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari :

Sifat Optik (Menghamburkan cahaya)

Sifat optik ini adalah sifat koloid yang mampu menghamburkan cahaya atau disebut juga dengan Efek Tydall. Dengan adanya sifat koloid tersebut, kita dapat mengamati lebih detail partikel koloid dengan lebih jelas lagi, tentunya dengan menggunakan mikroskop. Partikel koloid yang memiliki ukuran kecil, lebih mudah untuk menghamburkan cahaya yang memiliki panjang gelombang pendek. Begitu juga sebaliknya dengan partikel yang besar.

Contohnya adalah  saat cahaya lampu memperjelas keberadaasn asap yang mengepu, atau kabut. Fenomena lain yang menjadi contoh adalah saat cahaya matahari mengintip dari cela-cela dan membuat partikel kecil debu terlihat oleh mata telanjang.

Sifat Kinetik (Gerakan Termal dan Gerakan Brown)

Sifat kinetik adalah sifat koloid dimana ada dua gerakan yang terdapat pada sifat koloid yaitu gerakan termal dan gerakan yang diakibatkan karena adanya gaya gravitasi. Gerakan utama pada partikel koloid ini disebut dengan Gerakan Brown. Gerakan Brown merupakan gerakan zig-zag partikel koloid yang bergerak secara terus menerus dengan bentuk gerakan patah-patah.

Gerakan pada partikel koloid dengan sifat kinetik ini terjadi karena adanya tumbukan yang kurang seimbang dari molekul-molekul berukuran medium terhadap partikel koloid. Sifat kinetik ini cenderung mengendap karena adanya gaya gravitasi bumi.

Sifat Adsorpsi (penyerapan)

Sifat Adsorpsi pada koloid adalah sebuah proses menempelnya suatu zat pada permukaan zat padat atau zat cair. Pada koloid terdapat partikel yang mudah mengalami adsorpsi warna. Permukaannya cukup luas dikarenakan ukuran partikel koloid yang kecil dan membuat kemampuan adsorpsi ini menjadi besar.

Contohnya dalam industri tekstil, koloid diaplikasikan dalam jenis sol agar proses penyerapan warna lebih baik serta maksimal. Contoh penerapan lainnya yaitu pada pemutihan gula tebu dengan sifat adsorpsi koloid.

Sifat Koagulasi (penggumpalan)

Sifat Koagulasi pada koloid ialah proses penggumpalan pada partikel-partikel koloid yang menjadikan kestabilan sistem terhadap koloid tersebut hilang. Proses ini bisa terjadi akibat adanya pengaruh suhu panas, dingin, campuran elektrolit, dan elektroforesis yang terjadi dalam waktu cukup lama.

Contoh peristiwa dari sifat ini adalah saat merebus telur mentah ke dalam air. Bagian dalam telur adalah koloid yang awalnya cair kemudian saat matang menjadi menggumpal dan padat.

Dialisis

Dialisis adalah cara mengurangi ion-ion pengganggu yang terdapat pada sistem koloid, dengan memanfaatkan selaput semipermiabel. Ion-ion pengganggu koloid berasal dari larutan elektrolit yang kemudian ditambahkan ke dalam koloid untuk mempertahankan kestabilan sistem koloid.

Kestabilan koloid bisa dipertahankan dengan pe- nambahan sedikit elektrolit, tentunya dengan konsentrasi yang tepat. Apabila konsentrasi elektrolit tidak tepat terbentuklah ion- ion yang mengganggu kestabilan koloid.

Adanya ion-ion pengganggu ini bisa dicegah atau dihilangkan dengan cara dialisis. Alat yang digunakan disebut dialisator. Proses dialisis dilakukan dengan cara memasukkan dispersi koloid ke dalam kantong semipermeabel dan mencelupkannya ke dalam air mengaiir.

Sifat Pelindung

Sifat pelindung pada koloid ini merupakan sebuah sistem koloid yang ditambahkan pada partikel koloid lainnya, sehingga menghasilkan koloid yang stabil dalam sifat-sifat tertentu.

Contohnya saat penjual es krim menambahkan gelatin pada es krim untuk menambah kelembutan es krim tersebut walaupun nantinya dibuat menjadi beku. Ada juga pada produk kosmetik seperti lotion yang tetap lembab menjadi cream dan tidak kering saat disimpan dalam kemasan.

Koloid liofil dan liofob

Koloid liofil dan liofob digolongkan ke dalam koloid tipe sol. Berdasarkan afinitas atau gaya tarik- menarik antara partikel fase terdispersi dengan medium pendispersinya, sol dibedakan menjadi dua macam, yaitu sol liofil dan sol liofob.

Sol liofil adalah sol yang fase terdispersinya mempunyai afinitas besar dalam menarik medium pendispersinya. Liofil berasal dari bahasa Yunani, lyo yang berarti cairan dan philia yang berarti cinta. Apabila medium pendispersinya air, disebut hidrofil. Koloid hidrofil mempunyai gugus ionik atau gugus polar di permukaannya.

Demikian 8 Sifat koloid dan manfaatnya bagi kehidupan manusia sehari-hari. Masih banyak contoh lain yang bisa diteliti dan dipelajari tentang koloid. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca dan menambah wawasan kita semua.
Salam dari Terketik : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Terketik berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke lionitalestari@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar