Skip to main content

Larutan Asam Basa dan Garam – Perbedaan Sifat dan Contohnya



Kita tentunya pernah menghadapi makanan dengan rasa yang asam seperti buah jeruk, rasa pahit pada pare atau rasa asin saat sayur. Kebanyakan garam ketiga hal tersebut merupakan bukti nyata adanya asam basa dan garam.

Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai pengertian larutan yang bersifat asam, basa dan garam, sifat-sifat dari masing-masing larutan, jenis-jenis larutan asam basa garam beserta contoh aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Di dalam pelajaran kimia larutan merupakan campuran sejenis atau homogen dimana disusun dari dua atau lebih zat. Larutan ada yang memiliki sifat asam basa dan garam selanjutnya akan dibahas satu persatu. Senyawa kimia biasanya jarang ditemukan dalam keadaan murni lama biasanya dilarutkan dalam air dengan konsentrasi tertentu.

Larutan Asam


Larutan asam merupakan larutan yang diukur dengan standar ph, akan menghasilkan angka lebih kecil dari 7. Sifat asam artinya zat tersebut bisa memberi Proton atau kelebihan Proton larutan asam mengandung banyak ion H+.

Sifat-sifat larutan asam akan dijelaskan sebagai berikut :
  • Biasanya rasanya masam
  • Jika dicelupkan lakmus biru akan berubah menjadi merah
  • Asam kuat dapat menghantarkan arus listrik
  • Jumlah proton cenderung lebih banyak dari elektron
  • Bila dilarutkan dalam air akan melepaskan ion hidrogen H+
  • Memiliki sifat korosif terhadap logam tertentu
  • Mampu menetralkan basa

Meskipun larutan asam memiliki rasa masam, namun jangan sekali-sekali mencicipi larutan asam sebelum memahami betul tingkat keasaman larutan tersebut. Beberapa asam kuat seperti Asam Klorida (HCL) sangat berbahaya bagi kulit manusia. Begitu juga saat melakukan praktek, hendaknya jangan menghirup bau larutan secara langsung.

Sifat korosif asam terhadap logam bisa dilihat pada besi yang berkarat setelah sering terkena air hujan yang mengandung asam. Asam dapat membuat logam bereaksi, maka bentuk murninya akan terkikis.

Jenis-jenis larutan asam

Dibedakan berdasarkan tingkat keasamannya, larutan asam dibagi menjadi dua jenis yaitu asam kuat dan asam lemah. Perbedaan ini dinilai berdasarkan jumlah ion H+ yang dilepaskan. Bila suatu larutan asam melepaskan banyak ion H+ maka disebut asam kuat, sedangkan asam lemah hanya melepaskan sedikit ion H+. Asam kuat mampu menghantarkan arus listrik sementara asam lemah hanya mengantarkan sebagian kecil atau hampir tidak menghantarkan arus listrik.

Contoh larutan asam

Beberapa larutan asam sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari bahkan menjadi bagian dari makanan sehari-hari. Berikut adalah contoh larutan asam kuat dan asam lemah.

Beberapa contoh larutan asam kuat diantaranya
  • Asam lambung (asam klorida = hcl)
  • Asam sulfat (H2SO4)
  • Asam sulfit (H2SO3)
  • Asam bromida (hbr)
  • Asam nitrat (HNO3)
  • Asam nitrit (HNO2).

Beberapa contoh larutan asam lemah diantaranya
  • Asam karbonat (H2CO3)
  • Asam asetat (CH3COOH)
  • Asam sulfida (H2S)
  • Asam sianida (HCN)
  • Asam fosfat (H3PO4)

Contoh asam dalam kehisupan sehari-hari, diantaranya
  • Cuka mengandung asam asetat
  • Jeruk mengandung asam sitrat
  • Anggur mangandung asam tartrat
  • Apel mengandung asam malat
  • Vitamin c mengandung asam askorbat
  • Obat tetes mata mengandung asam borat.

Larutan basa

Bahasa adalah kebalikan dari asam. Larutan basa dalam air memiliki ph lebih dari 7. Larutan basa merupakan larutan yang kekurangan ion hidronium. Jika dilarutkan dalam air larutan basa menyerap ion hidronium. Setelah dilarutkan dalam air biasanya larutan basa akan terurai menjadi ion hidroksil OH- dan ion positif logam (untuk kasus tertentu). Dengan begitu larutan basa juga dapat menghantarkan arus listrik.

Sifat-sifat larutan basa akan dijelaskan sebagai berikut :
  • Rasanya cenderung pahit
  • Jika terkena kulit cenderung terasa licin
  • Jika dicelupkan lakmus merah akan berubah jadi biru
  • Basa kuat dapat menghantarkan arus listrik
  • Melepaskan ion hidroksil OH amin jika dilarutkan dalam air
  • Mampu menetralkan asam

Jenis-jenis larutan basa

Sama seperti asam, jenis basa dibedakan berdasarkan ion negatif yang dilepaskannya. Jika basa kuat dilarutkan dan hampir seluruh ion (OH–) dilepaskan dan berpotensi mengalirkan arus listrik. Namun, jika hanya sedikit saja OH- yang dilepaskan maka basa itu dikatakan basa lemah.


Contoh larutan basa

Beberapa larutan basa sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, bahkan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Berikut adalah contoh larutan basa kuat dan basa lemah.

Beberapa contoh larutan basa kuat diantaranya
  • Natrium hidroksida (NaOH)
  • Kalsium hidroksida (KOH)
  • Barium hidroksida(Ba(OH)2)

Beberapa contoh larutan basa lemah diantaranya
  • Ammonium hidroksida (NH4(OH
  • Aluminium hidroksida (Al(OH)3)

Contoh basa dalam kehisupan sehari-hari, diantaranya
  • Obat maag mengandung magnesium hidroksida (Mg(OH)2)
  • Obat maag juga terdapat aluminium hidroksida (Al(OH)3)
  • Sabun mandi mengandung natrium hidroksida (naoh)
  • Sabun mandi bayi mengandung kalium hidroksida(KOH)
  • Deodorant mengandung aluminium hidroksida (Al(OH)3)
  • Pembersih lantai mengandung ammonium hidroksida (NH4OH).


Larutan Garam

Garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga terbentuk senyawa netral (tidak bermuatan). Hasil reaksi asam dan basa disebut garam. Garam bisa terbentuk dari senyawa antara ion logam (tidak selalu) dengan ion sisa asam.
Sifat Larutan Garam

Beberapa sifat garam yaitu:
  • Dapat menghantarkan arus listrik
  • Tidak mengubah warna kertas lakmus merah maupun biru
  • Jika dilarutkan dalam air, garam akan terurai menjadi ion positif logam dan ion negatif sisa asam.

Contoh Reaksi penguraian garam dalam air
  • Garam dapur, NaCl → Na+ + Cl–
  • Besi sulfat, Fe2(SO4)3 → 2Fe3+ + 3SO3-4

Reaksi Pembentukan Garam

Terdapat beberapa cara atau reaksi pembentukan garam yaitu reaksi antara asam dan basa, oksida basa dengan asam dan oksida asam dengan basa.

a. Reaksi asam dan basa. 

Contohnya asam klorida dan natrium hidroksida, reaksinya ditulis:

HCl + NaOH → NaCl + H2O

b. Reaksi oksida basa dengan asam. 

Contohnya natrium oksida dengan asam klorida, reaksinya ditulis:

Na2O + 2HCl → 2NaCl + H2O

c. Reaksi oksida asam dengan basa. 

Contohnya belerang trioksida dengan natrium hidroksida, reaksinya ditulis:

SO3 + 2NaOH → Na2SO4 + H2O

Contoh Garam

Contoh garam dalam kehidupan sehari hari adalah pada garam dapur (Natrium Klorida) yang mengandung Natrium (Na+) dan Klorin (Cl-).

Demikianlah artikel mengenai larutan asam basa dan garam serta perbedaan sifat dan contohnya dalam kehidupan sehari hari. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan pembaca.
Salam dari Terketik : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Terketik berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke lionitalestari@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar