Skip to main content

4 Poin Penting Pertemuan Presiden Trump dan Kim Jong-un di Singapura

Korea Utara merupakan negara yang cukup tertutup selama ini dan dianggap sebagai momok bagi negara lain di dunia, terutama karena kemampuan senjata nuklirnya.

Selama bertahun tahun lamanya Korut sepertinya melakukan perang dingin dan menimbulkan ketegangan termasuk bagi Amerika. Namun sepertinya hal tersebut sirna dengan pertemuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan Presiden Korea Utara Kim Jong-un yang berlangsung pada selasa, 6 Juni 2018 tepatnya di Resor Capella, Pulau Sentosa, Singapura.

Presiden AS Donald Trump Berjabat Tangan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un

Setelah sebelumnya tertunda dan kembali menuai ketegangan akibat latihan bersama Korea Selatan dan Amerika, akhirnya pertemuan bersejarah antara Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura berhasil dilangsungkan selama lima jam.

Hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) AS-Korea Utara tersebut dituangkan dalam sebuah dokumen kesepakatan yang ditandatangani kedua pemimpin negara ini.

Berdiri di depan bendera AS dan Korea, di mana mereka memulai pertemuan Selasa pagi waktu Singapura, Trump dan Kim kembali berjabat tangan. Jabat tangan perpisahan.



Berikut merupakan 4 poin perjanjian yang ditandangani Kim Jong-un dan Donald Trump :

1. AS dan Korea Utara berkomitmen untuk membangun hubungan AS - DPRK yang baru, yang selaras dengan keinginan masyarakat kedua negara demi perdamaian dan kesejahteraan

2. Kedua negara akan berusaha bersama-sama untuk membangun rezim yang lestari, stabil, dan damai di Semenanjung Korea.

3. Mengafirmasi kembali Deklarasi Panmunjom 27 April 2018, di mana Korea Utara berkomitmen berupaya menuju denuklirisasi secara menyeluruh di Semenanjung Korea."

4. AS dan Korea Utara berkomitmen untuk memberikan pemulihan terhadap tawanan perang yang tersisa, termasuk penyegeraan repatriasi bagi mereka yang telah teridentifikasi.



Presiden Donald Trump berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan kepada Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) dan memberikan nafas baru untuk hubungan diplomatik antara Amerika serikat dengan Korea utara yang sebelumnya terlihat kelam.

Dan, Pemimpin Kim Jong-un menegaskan kembali komitmennya yang kuat dan kukuh melaksanakan denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea sehingga negara lain tidak perlu terlalu khawatir dan takut bekerjasama dengan Korea Utara.

Trump juga mengaku mendapatkan inspirasi oleh pemimpin Korut dari Dinasti Kim itu, yang sejatinya usianya tak sampai separuh dari umurnya itu.

Dengan pertemuan ini, diharapkan ketegangan antara Korea Utara dengan Korea Selatan bisa segera sirna sehingga tidak ada lagi ancaman di kedua negara.

Salam dari Terketik : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Terketik berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke lionitalestari@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar