Skip to main content

Fakta-fakta Menarik tentang Patung GWK di Bali

Sebuah ikon baru muncul di Bali dan sempat menjadi viral di berbagai media. Apalagi kalau bukan patung GWK. Penasaran apa sih yang menarik dari patung yang besar dan tinggi ini ? Yuk kita simak fakta menarik tentang GWK.


1. Diambil dari mitologi Hindu, Dewa Wisnu

GWK sendiri adalah singkatan dari Garuda Wisnu Kencana yang artinya Wisnu mengendarai burung garuda. Konsep ini diambil dari mitologi Hindu dimana Dewa Wisnu adalah salah satu dari tiga dewa utama yang bertugas memelihara dunia.

2. Kontroversi tentang lokasi penempatan

Jika dilihat dari mitologi Hindu yang sebenarnya, disebutkan dalam Dewata Nawa Sanga atau 9 Dewa penjaga arah mata angin, maka Dewa Wisnu berada di posisi utara.



Banyak yang beranggapan patung GWK harusnya berada di Bali Utara, tetapi kenyataannya justru dibangun di Bali selatan. Namun kontroversi ini dibantah karena patung GWK tidak dibuat berkaitan dengan konsep tadi, melainkan sebagai ikon pariwisata.

3. Konsepnya sudah lama ada

Gagasannya sudah ada di tahun 1989,  Konsep dari GWK sudah selesai sekitar 16 tahun yang lalu (sekarang 2018). Direncanakan oleh seniman asal Bali Nyoman Nuarta kala itu namun baru bisa direalisasikan sekarang. Jadi sejatinya landmark ini sudah lama ingin dibuat.


4. Dibuat oleh banyak seniman kenamaan

Dalam pengerjaan patung GWK ini, melibatkan banyak seniman dari berbagai daerah dengan berbagai keahlian. Namun, penggagas patung ini adalah Bapak Nyoman Nuarta yang mengatakan telah merencanakan pembuatan patung ini sejak ia masih muda. Namun semangatnya untuk mewujudkan patung ini tidak pernah padam.



Bila ditinjau kembali sejak tahap perencanaan, mulanya pada tahun 1989, ada sebuah gagasan untuk membuat landmark pariwisata Bali. Hingga satu tahun berikutnya konsep ini terus dikembangkan. Beberapa orang yang terlibat dalam pengembangan konsep yakni Menteri Pariwisata ketika itu, Joop Ave (alm), lalu Ida Bagus Oka (alm), Ida Bagus Sudjana (alm), dan seniman Nyoman Nuarta.

5. Menggunakan detail patung khas Bali

Jika kita perhatikan patung ini dengan detail, maka terlihat ilustrasi pakaian yang digunakan mirip dengan patung patung khas Bali pada umumnya.

Berbeda dengan ilustrasi Garuda Wisnu yang ada pada gambar-gambar di India. Inilah salah satu bentuk masuknya unsur lokal dalam GWK.

6. Lebih tinggi dari patung liberty

Patung Liberty di Amerika dikenal sebagai patung yang sangat tinggi dengan tingginya sekitar 97 meter di atas permukaan tanah. Meskipun sejatinya patung liberty bukan yang tertinggi di dunia.



Namun Indonesia bisa berbangga karena patung GWK direncanakan akan rampung dengan tinggi total sekitar 120 meter dari permukaan tanah. Namun masih dalam proses pengerjaan sehingga masyarakat harus sedikit bersabar.

7. Banyak menggunakan bahan import

Tak dapat dipungkiri bahwa dalam proses pembangunan patung GWK ternyata banyak mendatangkan bahan-bahan impor dari luar negeri seperti dari Cina, India dan Amerika. hal ini karena beberapa material utama, yang berkaitan dengan struktur belum bisa diproduksi di Indonesia.

Jika masih tertarik tentang Bali, coba kunjungi Tempat-tempat Wisata Populer di Bali yang Paling Recomended Banget.

Demikianlah mengenai fakta fakta menarik tentang patung GWK di Bali. Sebagai warga net hendaknya kita mendukung pengerjaan patung GWK ini sehingga nantinya kalau pergi ke Bali kita bisa berfoto di sana dengan bangga.
Salam dari Terketik : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Terketik berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke lionitalestari@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar