Skip to main content

Pengertian, Jenis UPS dan Fungsinya

Pengertian UPS

Pernahkah kalian mendengar UPS ? mungkin untuk mereka yang jarang melihat komputer desktop kemungkinan tidak tahu. Namun, jika dilihat pada sebuah perangkat komputer desktop di kantor atau sekolah terdapat sebuah benda kotak yang berada di dekat colokan listrik yang menampung semua colokan PC.

Itulah yang disebut dengan Uninterruptible Power Supply atau yang disingkat dengan UPS. UPS ini secara sederhananya mirip dengan baterai pada laptop atau smartphone.

Fungsi UPS dan Cara Kerja UPS

Fungsi utama UPS adalah untuk memberikan daya listrik cadangan ketika terjadi konsleting atau pemutusan aliran listrik mendadak. Jadi pengguna UPS masih memiliki waktu untuk menyimpan data-data yang penting pada komputer sebelum akhirnya komputer tersebut mati.



UPS biasanya menggunakan baterai kering yang mampu bertahan antara 2-3 tahun lamanya. Untuk sebuah perangkat komputer yang terhubung ke UPS, daya tahannya bisa mencapai 30 menit sebelum akhirnya kehabisan daya dan mati.

UPS bekerja dengan menyimpan tenaga listrik saat aliran listrik dalam kondisi normal, jika listrik padam maka UPS akan otomatis menyalurkan daya untuk menggantikan sumber listrik utama.

Jenis UPS

Dalam sebuah UPS, ada komponen charger yang mampu mengisi baterai sehingga UPS tetap akan memiliki daya untuk cadangan saat listrik padam.  Berdasarkan cara kerjanya ini maka UPS terbagi atas 2 macam yaitu :

1. Sistem Online/Dual Conversion

Sumber listrik rumahan biasanya menggunakan arus AC (arus bolak balik), dalam UPS akan diubah menjadi arus searah, dan disalurkan lagi menjadi arus bolak balik ke perangkat yang terhubung. Dengan sistem ini maka arus listrik akan tersaring sehingga dapat meminimalisir gangguan listrik akibat naik turunnya tegangan. Waktu perpindahan dari sistem listrik utama ke sistem listrik baterai berlangsung sangat cepat hampir 0 detik

2. Sistem Offline/ Line Interactive

Berbeda dengan sistem online, pada sistem offline ini arus listrik dari sumber utama akan diteruskan ke perangkat setelah melalui saringan dan stabilizer. Ketika listrik mati, saklar akan otomatis berpindah dan inverter bekerja menyalurkan listrik cadangan ke perangkat. Jadi ada jeda waktu sekitar 3-4 milidetik (0,004 detik).

Demikianlah mengenai peranan UPS dalam menyuplai cadangan listrik ketika listrik utama padam. UPS tidak hanya dipakai dalam perangkat komputer, namun juga perangkat lain yang rawan jika ada pemadaman mendadak.

Sekian uraiannya, jagan lupa like/share.

Salam dari Terketik : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Terketik berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke lionitalestari@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar