Skip to main content

Sejarah Kamera dan Dunia Fotografi

Hari ini foto selfie adalah hal yang sangat lumrah dalam masyarakat Indonesia dan dunia. Namun Pernahkah kita berpikir bagaimana sejarah awalnya Kenapa ada kamera di dunia ini?  Mari kita lanjut pembahasannya.
Membahas mengenai sejarah pertama ditemukannya kamera maka itu merupakan sejarah yang sudah sangat tua setara dengan sejarah Romawi kuno.  Sejarah kamera dan dunia fotografi itu sendiri  telah dimulai sejak abad ke-17 yang merupakan terobosan besar dalam sejarah manusia untuk mengabadikan sebuah momen dalam bentuk gambar.

Sebelum ditemukannya kamera orang-orang mengabadikan momen ke dalam bentuk gambar dengan cara melukisnya secara manual. Tentu saja hasilnya tidaklah akurat karena tergantung dari kemampuan sang pelukis. Waktunya pun sangat lama untuk melukis bahkan satu buah objek saja. Kini Dengan hadirnya kamera, segala momen yang ada di dunia bisa diabadikan dalam waktu sepersekian detik. Bagaimana kisahnya?

 

Sejarah Dunia Fotografi

Jadi sebelum ditemukannya kamera seperti sekarang ini, sekitar abad ke-11 orang-orang telah mengenal teknik menghasilkan bayangan melalui kotak hitam yang disebut dengan kamera obscura.

Kamera obscura memiliki sebuah ruangan gelap dengan lubang kecil di salah satu bidangnya sebagai tempat masuknya cahaya. Dari lubang ini akan dihasilkan sebuah refleksi atau bayangan terbalik dari objek di luar yang kemudian diperbesar pada dinding di seberangnya secara terbalik.


Camera obscura tidak dapat menyimpan gambar secara permanen, karena gambar yang dihasilkan hanya bisa dinikmati secara Real Time dan bersifat sementara ( pantulan ). Kemampuan obscura ini kemudian menjadi dasar pengembangan lensa kamera hingga saat ini.

 

Sejarah Singkat Kamera


Camera ditemukan oleh seorang peneliti asal Prancis yang bernama  Nic├ęphore Niepce.  Ia adalah orang pertama yang menghasilkan gambar permanen dalam sejarah fotografi di dunia.


Niepce  menggunakan Camera obscura dengan kertas yang dilapisi dengan bahan kimia yang bersifat foto sensitif. Dengan cara ini yang mengabadikan sebuah gambar dengan waktu bukaan atau shutter Speed yang diperlukan adalah selama 8 jam. Bisa dibayangkan betapa susahnya melakukan selfie dengan kamera semacam itu.

Selanjutnya tahun  1829, Niepce  bermitra dengan  seseorang bernama  Louis daguerre.Mereka bekerja sama untuk membuat sebuah kamera melalui penemuan Niepce.  Usaha kerasnya menuai hasil pada tahun 1837 yaitu ditemukannya kamera daguerreotype, kemudian berhasil menampilkan foto pertama dengan gambar manusia pada tahun 1838. Foto bersejarah ini diberi nama Boulevard du Temple.

Kamera ini kemudian mendapatkan hak paten dari pemerintah Perancis pada tahun 1839.  Semenjak itu kamera ini mulai dikenal luas di Eropa dan Amerika Serikat. Ini merupakan sebuah sejarah tongkat perubahan fotografi kuno menuju fotografi modern.  Gambar permanen pada kaca dan Logam menjadi populer saat itu, walaupun hanya bisa membuat satu model saja dan tidak bisa dicopy layaknya kamera sekarang.



Semenjak daguerreotype diciptakan, makalah sejarah perkembangan kamera melaju begitu pesat dengan diciptakannya kertas negatif pertama oleh William Henry Fox Talbot dari Inggris pada tahun 1835. Kemudian berselang 9 tahun tepatnya tahun 1844, penemuan Talbot ini dipatenkan dengan sebutan Calotype.

Dalam hal ini mulai terjadi persaingan antara daguerreotype dengan Calotype.  Pada saat itu kamera daguerreotype menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik daripada menggunakan negatif Calotype. Namun hasil temuan Talbot ini bisa menghasilkan salinan atau copy dari sebuah kertas negatif.


Hingga pada tahun 1844, Talbot menjadi penerbit koleksi foto pertama dalam sejarah fotografi dunia. Ia berhasil menerbitkan sebuah koleksi foto yang diberi judul The pencil of nature.

 

Perkembangan Kamera Selanjutnya

Kamera model sebelumnya baik ciptaan  daguerre ataupun Talbot sama-sama memiliki kelemahan karena shutter speednya sangat lama.  Hal ini dapat dipecahkan oleh foto collodion fredrik Scott Archer pada tahun 1851.  Penemuan kolodion ini dapat mempercepat shutter speed hingga 3 detik saja. Untuk mempercepat shutter Speed saat itu collodion menggunakan plate photography basah sehingga memerlukan peralatan yang banyak.  Sementara  dry plate baru ditemukan pada tahun 1871.

Pada tahun 1861James Clerk Maxwell  berhasil menemukan sistem warna dalam fotografi untuk pertama kalinya. Ia menggunakan filter warna merah hijau dan biru pada foto hitam putih. Tahun 1861 sampai 1865 Mathew Brady dan staf fotografinya berhasil melakukan liputan perang sipil di Amerika.

 

Dry Plate Dan Kamera Kotak

Pada tahun 1871, Richard Maddox berhasil menemukan gelatin yang dapat digunakan sebagai pengganti kaca untuk Plate photography. Langkah ini tidak hanya memungkinkan untuk pengembangan lebih cepat tetapi juga membuka jalan untuk memproduksi film secara masal.

Goerge Eastman Kemudian mengambil proses lebih lanjut untuk menciptakan film fleksibel pada tahun 1884.  Hingga pada tahun 1888, kamera kotak menjadi produk pertama dalam sejarah kamera yang tersedia dan dapat digunakan oleh masyarakat umum.Kamera ini sudah menggunakan roll film atau negatif film Hitam Putih yang sudah mampu merekam foto dengan lebih efisien.


Tahun 1947, Dr. Edwin Land memperkenalkan kamera Polaroid, yaitu kamera langsung jadi tanpa roll film.  Kamera jenis ini dapat memproses foto di dalam badan kamera setelah dilakukan pemotretan sehingga kamera jenis ini dapat menghasilkan foto dalam waktu singkat, hanya hitungan menit saja.

 

Era Kamera Digital

Pada tahun 1957, sebuah tim yang dipimpin oleh Russell A. Kirsch di Institut Nasional Standar dan Teknologi mengembangkan versi digital biner dari teknologi yang ada, pemindai drum wirephoto, sehingga karakter alfanumerik, diagram, foto dan grafik lainnya dapat ditransfer ke dalam bentuk digital. Salah satu foto pertama yang dipindai adalah gambar anak perempuan Kirsch, Walden. Foto ini memiliki resolusi 176x176 piksel dengan hanya satu bit per pixel
 


Kamera digital mulai dikembangkan pada tahun 1975 oleh seorang teknisi perusahaan kodak bernama Steve Sasson.  Penemuan ini kemudian menjadi awal kemunculan fotografi digital.  Penemuan kamera digital Berjalan seiring perkembangan teknologi komputer di dunia.  Setelah penemuan pertama, penemuan lain terus bermunculan secara pesat Seiring berjalannya waktu.

Hingga sekarang teknologi kamera telah terintegrasi dengan smartphone dan juga terhubung dalam jaringan internet.  Dengan cara ini kita bahkan bisa mengetahui kejadian di tempat lain secara langsung melalui kamera yang terhubung dengan jaringan. 


Demikianlah tentang sejarah kamera, meskipun kelihatannya sudah tidak terpakai lagi namun penemuan-penemuan kamera sebelum ini menjadi sebuah pelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan teknologi selanjutnya.
Salam dari Terketik : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Terketik berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke lionitalestari@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar