Skip to main content

Inilah Korban Penculikan Dan Pembunuhan Dalam Gerakan G30S PKI

Sekilas Tentang G30SPKI


PKI atau yang kepanjangannya adalah Partai Komunis Indonesia merupakan salah satu partai yang pernah berkembang di Indonesia dengan membawa paham komunis.

Niatnya untuk membawa Indonesia menjadi negara komunis berujung pada Gerakan G30S PKI pada tahun 1965. Gerakan ini dilakukan PKI untuk melemahkan TNI dengan cara menculik dan membunuh 7 Jenderal TNI Angkatan Darat dan beberapa perwira tinggi di Jakarta waktu itu.

Para Jenderal ini diculik tengah malam saat mereka sedang beristirahat. Penculikan ini dilakukan dengan menembus penjagaan rumah-rumah Jendral tersebut. Mereka mempropaganda berita dengan mengatakan bahwa ketujuh jendral ini akan melakukan kudeta terhadap Presiden Soekarno waktu itu. Sehingga masyarakat yang percaya dengan hoax ini beralih menjadi simpatisan PKI.

Para korban ini diculik dan disiksa secara keji di sebuah wilayah bernama Lubang Buaya. Mereka mengalami penderitaan yang sangat menyakitkan hingga kemudian meninggal dunia. Setelah meninggal Mereka kemudian dimasukkan ke dalam sumur tua dan ditimbun untuk menghilangkan jejak.

 

Korban G30SPKI 




Lokasi penyiksaan korban G30SPKI ini menjadi Monumen Lubang Buaya dan mereka yang menjadi korban diberi gelar pahlawan revolusi.  Inilah korban penculikan dan pembunuhan dalam Gerakan G30S PKI :

[ads-post] 

1. Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani

Jenderal Ahmad Yani pada saat itu menjabat sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat. Beliau ditembak mati di rumahnya tengah malam saat sedang beristirahat. PKI mengatakan bahwa beliau diminta menghadap Soekarno segera saat itu juga. Beliau sendiri tak curiga karena ia memang ada rencana hendak ke Istana menghadap Bung Karno. 

Kemudian beliau meminta waktu kepada tentara yang menjemputnya untuk berganti pakaian dengan seragam dinas. Seorang tentara PKI mengatakan tidak usah dengan cara tidak sopan hingga membuat A. Yani marah dan menempelengnya. Setelah itu beliau masuk kamar namun PKI malah menembakinya. Jenderal Ahmad Yani tewas ditembak setelah menempeleng prajurit kurang ajar di pintu rumahnya. Ia ditembak dari jarak dekat, peluru menembus pintu kaca memberondong tubuhnya yang berada dibalik pintu

 

2. Mayor Jenderal TNI Anumerta Donald Isaac  Pandjaitan  ( DI Pandjaitan)

Proses penculikan  DI Panjaitan berlangsung sangat mengerikan.  Sebelum berhasil menculik Sang Jenderal, PKI sempat menembak beberapa ajudan dan pelayan beliau. Pada saat diculik Sang Jenderal mengenakan seragam lengkap dan keluar menghadapi pemberontak tersebut. Beliau diberondong peluru di rumahnya, kemudian diseret menuju truk untuk kemudian dibawa ke Lubang Buaya.

 

3. Brigadir Jenderal Anumerta Katamso Darmokusumo

Pada saat penculikan beliau sebenarnya sedang dalam tugas di daerah Yogyakarta. Meskipun demikian penculik berhasil menculik dan membunuh beliau secara bergerombol. Beliau dikubur di sebuah Lubang Buaya yang sudah disiapkan PKI di daerah Yogyakarta.

[ads-post]

 

4. Letnan Jenderal TNI Anumerta Mas tirtodarmo Haryono ( MT Haryono )

Beliau yang saat itu berpangkat Letnan Jenderal juga tak lolos dari target penculikan PKI.  Beliau diculik  dan dibunuh di Lubang Buaya. Sungguh sebuah kisah yang sangat mengerikan.

 

5. Letnan Jenderal TNI Anumerta Suprapto

Pada saat itu beliau berpangkat Letnan Jenderal dan diculik dari rumahnya dalam keadaan hidup. Di Lubang Buaya beliau dipaksa untuk menandatangani sebuah kontrak propaganda. Karena tidak mau Kemudian beliau pun disiksa hingga meninggal dan kemudian dikubur di Lubang Buaya.

 

6.  Letnan Jenderal TNI Anumerta Siswondo Parman ( S. Parman)

Sebelumnya PKI Pernah menawarkan beliau untuk bergabung ke dalam partai tersebut, namun ia menolak dan tak setuju dengan gerakan PKI.  Selanjutnya beliau malah menjadi sasaran target penculikan dan pembunuhan dalam Gerakan G30S PKI. Gerakan ini ternyata juga dilakukan oleh kakaknya, Ir. Sakirman yang ternyata merupakan anggota PKI.

 

7. Mayor Jenderal TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo

Pada saat diculik oleh PKI Leo sempat mengenakan seragam. Beliau dibohongi oleh para penculik dan mereka mengatakan bahwa negara sedang dalam keadaan genting sehingga beliau dipanggil langsung untuk menghadap presiden malam itu.  Padahal kenyataannya beliau disiksa dan dibunuh di Lubang Buaya.

Itulah ketujuh jenderal yang diculik dan dibunuh dalam Gerakan G30S PKI. Namun korban penculikan tidak hanya 7 jenderal tersebut, melainkan ada beberapa tokoh lain yang ikut menjadi korban penculikan dan pembunuhan.  Silakan simak lanjutannya :

 

8.  Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Satsuit Tubun ( KIS Tubun)

Beliau merupakan seorang ajudan di rumah Johanes Leimena yang juga merupakan Tetangga dari Jendral AH Nasution. Keributan di rumah Jenderal Nasution, Ia pun sempat melawan dengan tembakan untuk menakuti. Ternyata yang datang sangat banyak dan tak seimbang. Ia pun malah diserang dan ditembaki hingga tewas di tempat.

 

9.  Kapten Anumerta Pierre Tendean.

Perwira TNI ini merupakan ajudan di rumah Jenderal Nasution. Saat penculikan terjadi ia mengaku sebagai Jendral Nasution. Sementara Sang Jenderal berhasil melarikan diri dengan melompat pagar rumah tetangganya.  Akibatnya perwira TNI Ini dibawa oleh penculik dan sesampainya di Lubang Buaya ya terus ditanya mengenai keberadaan Jenderal Nasution. Karena tidak mau mengaku ia pun disiksa dan dibunuh yang dikuburkan di Lubang Buaya.

Demikianlah mengenai beberapa korban penculikan dan pembunuhan dalam Gerakan G30S PKI tahun 1965. Sejatinya masih ada lagi korban-korban lain yang tak terdata termasuk mereka para ajudan, pelayan, simpatisan pemerintah dan orang-orang yang mencoba menghalangi Gerakan PKI waktu itu.



Sejarah gelap ini  hendaknya selalu kita Kenang sebagai sebuah pelajaran untuk membangun bangsa ini. Isu-isu yang beredar mengenai kebangkitan PKI di era sekarang hendaknya kita sikapi dengan lebih bijaksana.

Berkaca dari sejarah kita telah mengetahui apa yang dimaksud dengan PKI dan Apa tujuan mereka ada. Kita sebagai negara kesatuan hendaknya Bersatu padu dalam perbedaan melawan apapun gerakan yang ingin mengubah ideologi Pancasila. Karena Pancasila merupakan akar dari nilai-nilai peradaban nenek moyang kita.
Salam dari Terketik : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Terketik berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke lionitalestari@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar