Skip to main content

Inilah 8 Cara Orang Malas Agar Bisa Sukses

Kemalasan merupakan sifat yang sangat dibenci di dunia pendidikan maupun dunia kerja. Rasanya tidak ada masa depan bagi mereka yang pemalas. Karena dunia memang tersistem demikian yang sangat menghargai kerajinan seseorang.

Pemalas, dalam beberapa bidang akan didefinisikan sebagai mereka yang datang terlambat, mengerjakan dengan lamban, hingga sering tidur di kelas/kantor.

Bagi siswa pemalas, mungkin lebih suka kegiatan olahraga, rekreasi atau bersosialisasi daripada belajar dengan tekun di kelas atau laboratorium (mungkin). Rasa-rasanya kurang cocok berada di jurusan sains dan matematika.

Namun Buat para pemalas jangan khawatir, sebenarnya agak menggelikan jika mengatakannya namun berikut adalah motivasi bagaimana memanfaatkan kemalasan agar bisa mencapai sukses di kemudian hari.

Orang Malas Biasanya Cukup Istirahat

Orang malas jarang yang bekerja terus menerus dan menghabiskan banyak energi. berbeda dengan pekerja dengan kerajinan yang sangat tinggi atau yang biasa disebut gila kerja biasanya akan lupa waktu beristirahat hingga mereka jatuh sakit dan tidak mampu bekerja lagi. Ini juga berlaku untuk olahragawan.

Orang malas tau kapan harus berhenti bekerja, beristirahat dan menikmati waktu untuk merasakan kehidupan hasil kerja mereka. Istirahat adalah hal yang mutlak diperlukan tubuh, tak ada obat yang dapat menggantikan istirahat tanpa efek samping. Jadi saat sempat, beristirahatlah dengan cukup.

Pemalas Melakukan Kegiatan Dengan Efektif dan Efisien

Orang yang kerajinan biasanya melakukan sesuatu lebih dari apa yang seharusnya dibutuhkan dalam rangka menarik perhatian orang yang menilainya. Sementara orang malas biasanya malah lebih fokus pada inti permasalahan.

Salah satu hal yang menarik dari pemalas karena mereka lebih senang membuat sesuatu menjadi lebih mudah. Dalam artian positif ini akan sangat mengurangi biaya, waktu maupun tenaga. Sebut saja saat membuat presentasi, perbedaan jumlah halaman orang malas terlihat jelas. Ini karena mereka tau bahwa kebanyakan penonton hanya ingin menyimak inti sari saja dan ingin presentasi cepat berakhir (cepat pulang).

Daripada Mengejar Karir, Pemalas Cenderung Berwirausaha

Orang rajin biasanya menjadi teladan di sekolah maupun di kantor. Mereka dengan cepat menarik perhatian dan memperoleh penghargaan. Sementara pemalas memiliki cara yang lebih instan dalam menarik perhatian.

Pemalas mungkin juga tak akan cocok ditempatkan dalam perusahaan yang menuntut kerja keras dan gila. Sebagai gantinya mereka cenderung memilih jalan pintas dengan berwirausaha. Perhitungannya adalah "kerja sedikit tapi hasil maksimal" yang membuat mereka bisa lebih cepat mendapatkan hasil.

Santai dan Jarang Stress

Orang malas bekerja santai, jika lelah beristirahat. Berbeda dengan orang rajin yang biasanya mengusahakan segalanya selesai lebih awal dan memaksakan diri. Hal ini menjadi pemicu stress.

Pemalas jarang menekan otak mereka, membiarkan sesuatu terjadi sesuai aliran waktu sehingga stress pun dapat dihindari. Hasilnya hidup mereka lebih bahagia.

Tau Tujuan Yang Diinginkan

Orang rajin biasanya suka bersaing dengan yang lainnya. Pemalas tau apa yang mereka ingin capai. Daripada melihat prioritas dan progres orang lain, mereka cenderung fokus pada terget sendiri.

Yah dengan begini, maka pemalas akan lebih cepat mencapai tujuan mereka yang membuat mereka puas. Daripada bersaing tidak jelas ujungnya akan seperti apa. Hanya menimbulkan iri hati dan dengki yang memicu perselisihan.

Orang Pintar Biasanya Juga Pemalas

Dari beberapa pengalaman pribadi, biasanya orang pintar itu pemalas. Tidak suka membuang-buang waktu untuk mengerjakan hal yang tak sesuai baginya.

Namun pemalas tau cara menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang lebih efisien dari degi biaya waktu dan tenaga. Ini juga merupakan sebuah kecerdasan.

Memanfaatkan Teknologi

Pemalas biasanya selalu menemukan cara untuk menyelesaikan sesuatu dengan lebih cepat. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi.

Sebagian orang yang malas biasanya lebih dulu mengenal teknologi walaupun bukan bidang mereka daripada orang yang mengandalkan kerajinan saja. Misalnya menggunakan penerjemah otomatis untuk membuat tugas bahasa inggris.

Inovasi Menambah Kemalasan

Sadarkah kita bahwa inovasi dan teknologi yang berkembang sekarang ternyata menambah kemalasan manusia. Rasanya sekarang duduk diam di rumah saja bisa sambil berbelanja online, mengawasi ruang lain dengan CCTV dan lainnya.

Dengan teknologi dan inovasi yang terus berkembang akan membuat aktivitas lebih mudah sehingga kita akan malas melakukan sesuatu yang lebih rumit.

Penelitian Tentang Orang Malas

Arnold Ludwig, profesor asal Amerika Serikat ini ternyata pernah melakukan analisis terhadap lebih dari 1000 orang yang bisa mencapai kesuksesan besar dalam hidup mereka. Dari penelitian yang dilakukannya ini, Arnold mendapat kesimpulan bahwa selain karena bakat alami, seseorang juga harus bisa membuang-buang waktu.

Mungkin kedengarannya aneh di jaman sekarang ini. Namun, teryata si jenius Einstein pun pernah mengatakan bahwa "kebosanan" merupakan sebuah alat hebat untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi kita. Kata bosan juga mengacu pada sifat malas.
Salam dari Terketik : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Terketik berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke lionitalestari@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar