Skip to main content

Pengertian dan Jenis-jenis Paragraf beserta Contohnya

Bagi yang suka menulis wajib tau tentang hal ini. Dalam hal tulis menulis kita sering mengenal yang namanya paragraf, namun, sebelum itu kita harus tahu beberapa hal tentang paragraf. Berikut adalah ulasan tentang jenis-jenis paragraf.

Pengertian Paragraf

Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan. Dalam sebuah paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat topik, kalimat-kalimat penjelas, sampai pada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Paragraf dapat juga dikatakan sebagai sebuah karangan yang paling pendek (singkat).

Dengan adanya paragraf, kita dapat membedakan di mana suatu gagasan mulai dan berakhir. Kita akan kepayahan membaca tulisan atau buku, kalau tidak ada paragraf, karena kita seolah-olah dicambuk untuk membaca terus menerus sampai selesai. Kitapun susah memusatkan pikiran pada satu gagasan ke gagasan lain. Dengan adanya paragraf kita dapat berhenti sebentar sehingga kita dapat memusatkan pikiran tentang gagasan yang terkandung dalam paragraf itu.

Jenis-jenis Paragraf

1. Jenis Paragraf Berdasarkan Sifat dan Tujuannya

Keraf (1980:63-66) memberikan penjelasan tentang jenis paragraf berdasarkan sifat dan tujuannya sebagai berikut.

Paragraf Pembuka

Tiap jenis karangan akan mempunyai paragraf yang membuka atau menghantar karangan itu, atau menghantar pokok pikiran dalam bagian karangan itu. Oleh Sebab itu sifat dari paragraf semacam itu harus menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menyiapkan pikiran pembaca kepada apa yag sedang diuraikan. Paragraf yang pendek jauh lebih baik, karena paragraf-paragraf yang panjang hanya akan meimbulkan kebosanan pembaca.

Paragraf Penghubung

Paragraf penghubung adalah semua paragraf yang terdapat di antara paragraf pembuka dan paragrafpenutup. Inti persoalan yang akan dikemukakan penulisan terdapat dalam paragraf-paragraf ini. Oleh Sebab itu dalam membentuk paragraf-paragraf penghubung harus diperhatikan agar hubungan antara satu paragraf denganparagraf yang lainnya itu teratur dan disusun secara logis.

Sifat paragraf-paragraf penghubung bergantung pola dari jenis karangannya. Dalam karangan-karangan yang bersifat deskriptif, naratif, eksposisis, paragraf-paragraf itu harus disusun berdasarkan suatu perkembangan yang logis. Bila uraian itu mengandung pertentangan pendapat, maka beberapa paragraf disiapkan sebagai dasar atau landasan untuk kemudian melangkah kepada paragraf-paragraf yang menekankan pendapat pengarang.

Paragraf Penutup

Paragraf penutup adalah paragraf yang dimaksudkan untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan. Dengan kata lain, paragraf ini mengandung kesimpulan pendapat dari apa yang telah diuraikan dalam paragraf-paragraf penghubung.

Apapun yang menjadi topik atau tema dari sebuah karangan haruslah tetap diperhatikan agar paragraf penutup tidak terlalu panjang, tetapi juga tidak berarti terlalu pendek. Hal yang paling esensial adalah bahwaparagraf itu harus merupakan suatu kesimpulan yang bulat atau betul-betul mengakhiri uraian itu serta dapat menimbulkan banyak kesan kepada pembacanya.

2. Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama

Letak kalimat utama juga turut menentukan jenis paragraf. Penjenisan paragraf berdasarkan letak kalimat utama ini berpijak pada pendapat Sirai, dan kawan-kawan(1985:70-71) yang mengemukakan empat cara meletakkan kalimat utama dalam paragraf.

Paragraf Deduktif

Paragraf dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat utama. Kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas yang berfungsi menjelaskan kalimat utama. Paragraf ini biasanya dikembangkan dengan metode berpikir deduktif, dari yang umum ke yang khusus.

Dengan cara menempatkan gagasan pokok pada awal paragraf, ini akan memungkinkan gagasan pokok tersebut mendapatkan penekanan yang wajar. Paragraf semacam ini biasa disebut dengan paragraf deduktif, yaitu kalimat utama terletak di awal paragraf.

Paragraf Induktif

Paragraf ini dimulai dengan mengemukakan penjelasan-enjelasan atau perincian-perincian, kemudian ditutup dengan kalimat utama. Paragraf ini dikembangkan dengan metode berpikir induktif, dari hal-hal yang khusus ke hal yang umum.

Paragraf Gabungan atau Campuran

Pada paragraf ini kalimat topik ditempatkan pada bagian awal dan akhir paragraf. Dalam hal ini kalimat terakhir berisi pengulangan dan penegasan kalimat pertama. Pengulangan ini dimaksudkan untuk lebih mempertegas ide pokok. Jadi pada dasarnya paragraf campuran ini tetap memiliki satu pikiran utama, bukan dua. Contoh paragraf campuran seperti dikemukakan oleh Keraf (1989:73):

Sifat kodrati bahasa yang lain yang perlu dicatat di sini ialah bahwasanya tiap bahasa mempunyai sistem. Ungkapan yang khusus pula, masing-masing lepas terpisah dan tidak bergantung dari yang lain. Sistem ungkapan tiap bahasa dan sistem makna tiap bahasa dibatasi oleh kerangka alam pikiran bangsa yang memiliki bahasa itu kerangka pikiran yang saya sebut di atas. Oleh karena itu janganlah kecewa apabila bahasa Indonesia tidak membedakan jamak dan tunggal, tidak mengenal kata dalam sistem kata kerjanya, gugus fonem juga tertentu polanya, dan sebagainya. Bahasa Inggris tidak mengenal “unggah-ungguh”. Bahasa Zulu tidak mempunyai kata yang berarti “lembu”, tetapi ada kata yang berarti “lembu putih”, “lembu merah”, dan sebagainya. Secara teknis para linguis mengatakan bahwa tiap bahasa mempunyai sistem fonologi, sistem gramatikal, serta pola semantik yang khusus.

3. Jenis Paragraf Berdasarkan Bentuk/Gaya Penulisannya

Gaya Amerika

Gaya penulisan seperti ini merupakan penulisan paragraf yang dimulai dari pinggir, kemudian digunakan spasi baris untuk memisahkan dengan paragraf berikutnya. Paragraf seperti ini sering dijumpai dalam penulisan posting web, namun tidak ditulis dalam tulisan-tulisan resmi yang berkaitan dengan urusan dinas di Indonesia. Contohnya seperti berikut :

Sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengerjaan galian jalan ini penting dilakukan. Sebaiknya dilakukan sejak satu bulan sebelumnya dan tanpa berhenti agar masyarakat dapat berhati-hati ketika melintas atau justru mencari jalur alternatif.

"Wajib juga mencantumkan alamat dan nomor telepon kontraktor untuk pengaduan, sehingga masyarakat umum bisa mendapatkan informasi," ujarnya.

Sebelumnya, Ditlantas Polda Metro juga telah menegur Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta lantaran pengerjaan gorong-gorong di Jalan Sudirman, Jakarta, yang tidak memperhatikan standar keselamatan pengguna jalan dan pekerja.

Gaya Eropa

Gaya Penulisan paragraf seperti ini diadopsi dari gaya penulisan paragraf di eropa, hal ini kemungkinan dikarenakan adanya kolonialisme barat yang membawa pengaruh di berbagai bidang. Penulisannya menggunakan awalan paragraf yang menjorok ke dalam pada baris pertama, namun berselang pada paragraf berikutnya tidak terdapat spasi baris. Jenis inilah yang menjadi jenis “resmi” di Indonesia dan dapat digunakan dalam penulisan tulisan resmi dan dinas. Contohnya adalah sebagai berikut :

       Sebelum diare dan sakit perut, Sumyati mengaku ikut kerja lembur sehari sebelumnya pada hari Kamis hingga pukul 21.00. Selama satu hari kerja lembur itu, dia mengonsumsi dua kali makanan yang disediakan perusahaan pada siang dan sore hari.
       Menu pada siang hari, makanan yang diperolehnya berupa nasi, ayam goreng, sayur sop, dan buah salak. Pada sore hari, menunya ayam goreng, balado terong, dan buah jeruk.

Gaya Campuran

Gaya campuran adalah perpaduan antara gaya Amerika dan juga gaya Eropa. Dalam penulisannya digunakan awalan yang menjorok dan juga spasi baris. Meskipun demikian, gaya seperti ini juga masih kurang benar menurut aturannya. Contohnya :

       Manajer Keperawatan RS Islam Sukapura, NS Mahyulis, mengatakan, belum diketahui penyebab para buruh itu menderita diare dan muntah. Namun dari gejala yang muncul, diperkirakan para buruh itu mengalami keracunan makanan atau minuman.

        "Kami sudah memberikan pertolongan pertama dan juga perawatan bagi mereka yang masih menderita diare. Mereka akan dirawat hingga sembuh," ujar Mahyulis.

Sekian dulu tentang paragraf, semoga bermanfaat :D
Salam dari Terketik : Terima kasih sudah berkunjung di website ini. Terketik berkomitmen untuk memberikan artikel terbaik dan selalu update dengan informasi terbaru. Kami akan sangat senang apabila Anda turut membantu mengembangkan website ini dengan cara like FANSPAGE FACEBOOK, subscribe kami di YOUTUBE atau share artikel ini untuk bisa menjangkau lebih banyak pembaca. Terima kasih
Himbauan Berkomentar: Silahkan berkomentar dengan sopan, apabila ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan, apabila ingin berkomunikasi lebih jauh, promosi atau kerja sama silahkan email ke lionitalestari@gmail.com dan kami siap membantu.
Buka Komentar
Tutup Komentar